Menyelisik Langkah-langkah Syetan Jilid IV
“Menyombongi orang sombong adalah shodaqoh” (at-takabburu ‘alal mutakabbir shodaqotun).
Ungkapan dalam bahasa arab tersebut memang tak setara dengan hadist... tetapi esensi dan hakikatnya selalu berbuah hikmah dan pelajaran berharga bagi insan-insan Shidiqin, yaitu orang-orang yang berlaku benar dan tentu saja "dijamin" tidak bertumpu kepada kesombongan... karena kesombongan itu adalah suatu sikap yang Menolak Kebenaran....
Cobalah anda telaah Anatomi Kesombongan niscaya akanlah mudah mendeteksi typologi orang-orang yang memiliki kesombongan....
Ada orang yang memiliki Kesombongan Intelektual... hingga wadah jiwanya bisa jadi terdiri atas komposisi sebagai berikut : Intelektual Quotient (IQ)-nya 80 %.... Spiritual Quotient (SQ)-nya 5%.... Emotional Quotient (EQ)-nya 5%... Adversity Quotient (AQ)-nya 5%... dan Creatipyty Quotient (CQ)-nya pun 5%....
lalu bandingkanlah dengan insan shiddiqin dengan komposisi wadah jiwanya yang berkeseimbangan hingga terdiri atas komponen IQ-nya 20 %.... SQ-nya 20%.... EQ-nya 20%... AQ-nya 20%... dan CQ-nya pun 20%.
Stephen Hawking disebut-sebut memiliki IQ yang tinggi .... hingga berkat IQ-nya yang tinggi itu beliau mampu mengkonsepsi beragam hal abstrak sekalipun menjadi lebih mudah difahami oleh para intelektual.... Dia sangat disegani jika telah menelorkan tulisan-tulisan yang dianggap "ilmiah" oleh kaum intelek ....
Tetapi ketika beliau berbicara dan menulis tentang hal-ihwal Spiritualitas janganlah harap tulisan dan ucapannya itu serta merta diamini "kebenarannya" oleh setiap orang beragama dengan SQ standar... dia tulislah buku The Grand Design yang dinyatakan di dalamnya bahwa penciptaan alam semesta ini tidak ada kaitan sama sekali dengan Kehendak Tuhan.... tentu hal itu bisa melekat pada pikiran karena kurangnya SQ dalam jiwanya.... hingga istrinya sekalipun harus mencap hawking dengan ungkapan "dia tidak religius secara akal sehat" setelah mengetahui tingkah spiritualitas hawking.
Juga ketika beliau bicara tentang kematian ...maka IQ-nya lah yang menuntunnya lidahnya untuk berani berucap "Saya tidak Takut mati!!!"... hanya karena rasionya telah memindai suatu episode hidup dirinya ketika suatu saat dia berhasil luput dari prediksi kematiannya ... suatu rasa ketidak-takutan berkat EQ yang rendah ....terhadap hal yang "ditakuti" oleh rasa setiap manusia kebanyakan yang memiliki EQ standar... Hingga tak mampu lagi dengan EQ rendahnya itu dirinya "ngaragap" perasaan orang lain dan kedua istrinya sendiri yang memiliki rasa takut mati yang kemudian episode rumah tangganya selalu berakhir dalam perceraian..... akibat hawking mengabaikan aspek emosionalitas yang dapat memberi daya harmonis dalam setiap rumah tangga.
Lihatlah pula raga dan badannya yang hanya mampu terkulai di kursi roda akibat kelumpuhan yang mendera dirinya.... lalu mampukah dia dengan IQ-nya yang selangit itu -namun dinihilkan dgn kelumpuhan tubuhnya- menciptakan kursi roda yang selalu didudukinya?... karena kelumpuhannya itulah menyebabkan CQ-nya rendah dan menyerahkan hal-ihwal penciptaan kursi roda "khusus" bagi dirinya itu kepada orang lain yang CQ-nya mumpuni untuk mengkreasi kursi rodanya...
Dan ketidakwajaran hidup Hawking dengan IQ selangitnya itu adalah sejak 1974 dia tak mampu lagi untuk makan dan bangun dengan sendirinya tanpa bantuan orang lain....suatu tanda AQ-nya yang minim sekali...
Pendek kata Sosok Hawking adalah seorang "Mutakabbir" secara intelektual... atau dapat dikatakan bahwa dia adalah contoh orang yang memenuhi unsur "Kesombongan Intelektual"....
Maka berlakulah Pepatah arab "At Takabburu 'alal mutakabbir Shodaqotun"... menyombongi orang sombong adalah shodaqoh.... seperti diurakan berikut ini...
Taruhlah sesosok Hawking sebagai Mitsal orang sombong dgn komposisi wadah jiwanya sebagai berikut : Intelektual Quotient (IQ)-nya 80 %.... Spiritual Quotient (SQ)-nya 5%.... Emotional Quotient (EQ)-nya 5%... Adversity Quotient (AQ)-nya 5%... dan Creatipyty Quotient (CQ)-nya pun 5%....
Istri hawking sendiri (sebagai orang normal) memiliki SQ yang lebih tinggi dari taraf 5%.... hingga dia tak perlu peduli lagi dengan segala kesombongan intelektual Hawking yang 80% itu... dan dengan lantang mencap suaminya itu dengan ungkapan "Dia tidak religius secara akal sehat" ....suatu ungkapan melecehkan hawking yang sekaligus "shodaqoh spiritual" dari istrinya yang lebih tinggi SQ-nya dari hawking.... andai kata hawking tidak sombong secara intelektual... tentu saja dia tak perlu menolak kebenaran tentang umpatan dari istrinya itu.... Namun apalah daya sifat kesombongan apapun adalah sikap menolak kebenaran.
Kita semua dan bahkan kebanyakan manusia di dunia ini yang memiliki EQ standar (20%) hingga sering memiliki "rasa" takut akan kematian.... maka kita berhak sombong menyalahkan pernyataan tidak takut mati yang diucapkan hawking... karena pada akhirnya hawking dan kita semua tetap saja akan mati pada akhirnya.... dan itu adalah hal yang tak bisa tertolak dan pasti berlaku walau "tidak ditakuti" oleh hawking.... dan kesombongan emosional kita atas rendahnya EQ hawking adalah "shodaqoh"... karena rasa takut akan kematian itu adalah suatu "kebenaran" adanya... yang kadong ditolak "kebenaran" itu akibat kesombongan Intelektual pada jiwa hawking...
Dan kita semua "boleh" Sombong kepada hawking atas dasar AQ dan CQ yang kita miliki.... walaupun IQ hawking selangit tapi dia takan mampu melewati momen-momen hambatan fisiknya yang lumpuh ..... karena untuk bangun dan makan-pun hawking harus dibantu orang lain atau bahkan oleh diri kita semua... hingga dengan AQ standar pada diri kita semua pastilah suatu kesombongan sekaligus "shodaqoh" yang sangat dibutuhkan oleh hawking ... walau dia "bisa" mampu menolak kenyataan lemah-fisiknya berkat kesombongan intelektual... tapi kita dapat segera bersombong ria bahwasanya "kedigjayaan" intelektualnya itu hanyalah buah dari topangan kursi roda buatan orang lain disekitar hawking dengan CQ mumpuni... disertai bantuan topangan menjaga hidup hawking berupa kebaikan "shodaqoh" orang-orang "normal" dengan AQ yang mumpuni pula.... yang tiada lain kebaikan dan bantuan orang-orang sekitar kehidupan hawking tersebut adalah sebentuk "Shodaqoh"....
Dan jelaslah sudah bayyan dari si Kabayan....bahwa sikap sombong karena SQ, EQ, AQ dan CQ kita yang lebih tinggi dari sesosok Sombong Intelektualitas ala hawking adalah "Shodaqoh" bagi diri hawking sendiri sebagai hikmah dari ungkapan "At Takabburu 'alal mutakabbir Shodaqotun"..... bersambung



